Mengenal Kriteria Sperma Yang Baik

volume pergerakan kualitas bentuk dan ukuran sperma
Bagi pria yang sudah berkeluarga, tentu saja mereka dituntut untuk memiliki momongan dan mengetahui seluk beluk kualitas sperma mereka dengan baik. Salah satu ciri atau kriteria sperma yang baik adalah tentang volume. Sperma yang bagus memiliki kuantitas sel sperma yang baik pula. Dalam memperoleh kehamilan, kesuburan kedua belah pihak haruslah dipertimbangkan dengan seksama. Hal yang saya maksud adalah dengan mengetahui bahwa sel sperma pria yang berkualitas akan menentukan keberhasilan dari kehamilan sang istri. Jika memang ada tanda-tanda infertilitas, pria harus segera berkonsultasi pada sang ahli guna memastikan bahwa keadaan baik-baik saja.
Mengenai masalah infertilitas, pria biasanya terpengaruh beberapa faktor yaitu kelainan genetik, masalah hormon, umur, dan sebagainya. Yang paling sering terjadi diluar sana adalah mengenai impotensi atau yang biasa disebut dengan disfungsi ereksi. Tidak hanya akan berpengaruh pada kualitas sperma, disfungsi ereksi juga akan berpengaruh terhadap resiko terjadinya kemandulan. Bila sudah demikian, pria akan mengalami masalah dalam hubungan rumah tangganya dan juga ketidakharmonisan. Hal ini akan bermasalah juga pad keretakan rumah tangga. Intinya, kualitas sperma yang bagus adalah kunci dari suksesnya kehamilan. Yang berpotensi dalam terjadinya kehamilan adalah mengenai kualitas sperma.

Volume Sel Sperma Berkualitas

Dalam memeriksa apakah ada masalah dengan infertilitas sperma atau tidak, seorang pria dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu pada pihak laboratorium. Disana akan dilakukan pengecekan mengenai kualitas dan juga volume dari sperma tersebut. Pada umumnya, pria dapat memproduksi setidaknya 70 sampai 150 juta sel sperma perhari. Sperma yang sudah matang akan mampu bertahan hingga 14 hari sebelum ejakulasi. Mengenai volume sperma, kondisi yang baik adalah ketika ada jeda waktu 3 hari guna melakukan ejakulasi. Dengan memperhatikan hal tersebut, tentu saja kehamilan tidak akan lama untuk diperoleh bagi pasangan suami istri.
Yang jadi pertanyaan adalah tentang bagaimana seseorang mampu untuk meningkatkan jumlah dari sperma berkualitas yang mereka punya. Ada begitu banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan volume sperma berkualitas yang pria miliki. Faktor yang paling penting dan signifikan adalah mengenai nutrisi. Asupan makanan haruslah yang bergizi termasuk vitamin E, C, dan B kompleks. Selain vitamin tersebut, selenium, asam folat, dan zinc juga amat penting guna meningkatkan kualitas sperma tersebut. Gaya hidup yang berkaitan dengan makanan amat penting disini untuk meningkatkan volume sperma seorang pria. Jika perlu, seorang pria harus meningkatkan perbaikan pola makan juga.
Perlu diperhatikan juga mengenai asupan serat dan juga protein yang tinggi. Pria harus mampu mencari sumber-sumber protein dan serat tersebut. Perlu diperhatikan juga tentang diet rendah lemak untuk menjaga supaya volume sperma seseorang tetap sehat dan berkualitas. Yang harus dihindari adalah konsumsi makanan yang terlalu pahit dan pedas. Seorang pria harus juga memperhatikan pentingnya olahraga yang teratur. Akan tetapi olahraga tersebut janganlah yang berlebihan. Selain dapat menjaga stamina, olahraga teratur dapat pula memberikan kelancaran pada kinerja hormon seseorang sekaligus menghilangkan stress. Kombinasi makanan bergizi dan olahraga cukup tentu amat membantu.
Ada juga pertimbangan mengenai untuk menghindari bermacam kebiasaan buruk seperti merokok, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya. Yang harus dihindari juga adalah mengenakan celana terlalu ketat. Alasannya adalah karena celana ketat hanya akan membunuh sel sperma karena kondisi yang amat panas pada area tersebut. Efek seperti radiasi telepon genggam juga akan bermasalah disini. Seseorang perlu untuk memastikan untuk menghindari pemakaian elektronik seperti HP, laptop, dan lain sebagainya pada area dekat kemaluan. Radiasi tersebut akan membuat sel sperma mati dengan cepat dan suhu pada area testis meningkat sehingga membunuh sel sperma tersebut.

Pergerakan Sel Sperma Yang Lincah

Selain dari indikator volume dari sperma yang ada, salah satu indikator lain adalah mengenai pergerakan dari sperma itu sendiri. Tentu saja volume jumlah sperma akan perlu didukung dengan pergerakan dari sperma yang baik pula. Lalu apakah memang benar bahwa pergerakan sperma tersebut amat penting? Bila diketahui bahwa pergerakan sperma tersebut terlalu cepat, kondisi sperma bisa gugur bahkan sebelum sampai pada sel telur. Akan tetapi sebaliknya bila sel sperma terlalu lambat maka akan kehilangan peluang guna pencapaian dan pembuahan sel telur dengan maksimal. Pergerakan sperma tersebut bukanlah mengenai kualitas semburan dari air mani yang dikeluarkan.
Perlu diketahui ketika seorang pria mengalami orgasme, alat kemaluan mereka akan mengalami sebuah kontraksi dan nanti akan mengeluarkan air mani. Mengenai kecepatan sperma tersebut adalah 48 km/jam. Bahkan bila dilihat rekor dari kecepatan tersebut, ada yang mampu mencapai 69,2 km/jam. Yang menjadi masalah adalah ketika sel sperma masuk dalam vagina karena mereka butuh 3 hari untuk mencapai sel telur, meskipun jaraknya 15 cm. Jadi, intinya bukanlah mengenai kecepatan dalam semburan akan tetapi kecepatan pergerakan dari sperma tersebut untuk menuju pada sel telur. Karena itulah, kecepatan sperma juga menjadi indikator kualitas dari sperma itu sendiri.

Vitamin D dan Kualitas Sperma

Sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa yang berpengaruh dalam kecepatan dari sel sperma tersebut adalah mengenai kadar dari vitamin D yang dimiliki oleh pria. Bila pria kekurangan vitamin D, maka dia akan memiliki kualitas sel sperma yang kurang cepat dan lincah. Sedangkan mereka dengan kandungan vitamin D yang bagus akan mampu untuk meningkatkan kualitas sperma yang dia miliki. Lalu bagaimanakah menjadikan seseorang memiliki kualitas vitamin D yang bagus? Hal mudah yang dapat dilakukan adalah dengan berjemur. Hal ini akan merangsang pergerakan dari sperma serta mampu untuk meningkatkan kesuburan. Intinya, vitamin D amatlah perlu bagi mereka yang ingin lebih subur.
Tentu saja kualitas sperma yang baik adalah yang mampu untuk menembus batas lender serviks. Bila mengalami kesulitan dalam hal tersebut, tentu saja sel sperma akan kesulitan untuk membuahi sel telur. Teori medisnya adalah mengenai pergerakan sel sperma yang baik yaitu sebesar 50% dengan gerakan yang lurus. Mengenai jenis dari sperma tersebut, ada dua jenis yaitu yang bergerak maju dan yang tetap atau stagnan. Guna mampu mencapai sebuah sel telur, dibutuhkan jenis sel sperma yang mampu bergerak ataupun berenang untuk maju dengan sangat cepat. Sebaliknya, sperma yang stagnan hanya akan bermasalah dalam membuahi sel telur tersebut.

Bentuk dan Ukuran dari Sperma

Ada pula yang berpengaruh dalam hal kualitas sperma itu sendiri. Yang berpengaruh adalah mengenai bentuk serta ukuran dari sperma. Bila terdapat bentuk dan ukuran tidak normal seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala yang terlalu besar, kepala ganda, dan tidak berekor, maka itu menjadi indikator bahwa sperma tersebut memiliki kualitas yang buruk. Seorang pria dengan kualitas sperma yang baik setidaknya memiliki 30% jumlah sperma yang mana memiliki bentuk yang normal. Ada juga permasalahan yang menghambat sperma untuk menjadi berkualitas yaitu mengenai masalah antibody sang istri. Memang terkadang sulit untuk dihindari bahwa sistem imun sang istri akan membunuh segala benda asing dalam tubuh. Reaksi alergi juga akan menjadi salah satu masalahnya nanti. 

Baca juga:
Mengapa kualitas sperma buruk?
tips sehat anak bayi dan balita