Faktor-Faktor Lain Penghambat Kehamilan

yang menghambat terjadinya kehamilan
Selain masalah kesuburan, masih banyak faktor penghambat kehamilan dan yang mempengaruhi mampu tidaknya seseorang dalam memperoleh kehamilan. Yang pertama adalah mengenai faktor usia. Yang paling bagus bagi wanita mengenai masalah kesuburan adalah pada usia 20 hingga 24 tahun dimana kesuburannya mencapai 100%. Sedangkan untuk pria, mereka memiliki kualitas kesuburan 100% pada usia sekitar 30 hingga 34 tahun. Seorang wanita yang mencapai umur 35 hingga 39 tahun akan bermasalah pada tingkat kesuburan yaitu penurunan menjadi 60%. Sedangkan pria pada usia tersebut masih memiliki tingkat kesuburan 95%. Untuk usia 50 tahun keatas, wanita sudah 0% dan pria 50%.

Dengan memperhatikan dari jumlah dan prosentase diatas, dapat dilihat dengan pasti bahwa wanita memiliki kecenderungan yang paling bermasalah terutama dalam hal kesuburan seiring meningkatnya usia yang mereka punya. Bila dibandingkan dengan pria, tentu saja wanita tua akan mengalami kesulitan untuk hamil bila dibandingkan dengan kakek-kakek. Faktanya, kakek-kakek dengan usia diatas 50 tahun punya peluang untuk membuahi sel telur dengan prosentase 75%. Sedangkan wanita dengan usia tersebut sudah tak mungkin memiliki kesempatan untuk memperoleh kehamilan lagi. Jadi, faktor usia amat berpengaruh pada wanita yang ingin memiliki prosentase kesuburan yang lebih baik lagi.

Pola Hidup Seseorang

Selain dari usia yang berpengaruh pada tingkat kesuburan seseorang, tentu saja pola hidup juga memberikan pengaruh yang besar juga. Dalam kaitannya dengan pola hidup, seseorang yang mempunyai masalah dengan pola hidup tidak hanya akan bermasalah dengan infertilitas akan tetapi dengan masalah kesehatan lain dalam tubuh. Beberapa contoh masalah pola hidup tersebut adalah merokok dan juga kecanduan miras. Tentu saja dua kebiasaan buruk tersebut dapat benar-benar bermasalah dalam hal infertilitas. Para perokok faktanya juga sering mendapatkan masalah seperti turunnya kualitas dan juga jumlah dari sperma mereka. Merokok juga salah satu faktor penghambat kehamilan.

Adanya Antibodi Antisperma

Ada juga faktor adanya antibody antisperma. Mungkin sudah banyak sekali yang mendengar tentang kemandulan yang mana muncul dan terjadi baik pada pria maupun wanita seperti masalah impotensi, kista, dan juga masalah ovulasi. Dasarnya adalah karena kehamilan terjadi secara normal bila sel telur sudah benar-benar matang dan juga siap terbuahi oleh sperma yang amat berkualitas. Tempat untuk bertemu antara sel sperma dan juga sel telur adalah tuba fallopi atau yang biasa disebut rahim. Meskipun bertemu, terkadang terjadi kemandulan dapat disebabkan banyak hal seperti disfungsi ereksi maupun penurunan kualitas sperma sang pria.

Ada pula mengenai istilah seperti alergi sperma yang sering menjadi sebuah mimpi buruk bagi sang istri. Alergi sperma terjadi bahkan bila sedang dalam kondisi subur dan tak ada masalah sama sekali. Bagi wanita yang memiliki masalah tersebut, tidak perlu stres dan juga memiliki kekhawatiran. Masalah tersebut dapat segera dikonsultasikan untuk dapat ditangani dengan seusai prosedur dan cepat. Faktanya, sel sperma merupakan antigen yang memiliki satuan polisakarida dan juga protein. Mengenai masalah alergi sperma, biasanya penyebabnya adalah sistem antibodi dan kekebalan pada wanita yang terlalu sensitif dalam merespon sperma tersebut yang masuk pada vagina. 

Mengenai terbentuknya antibodi tersebut, wanita sudah mengalaminya sejak lahir. Hal tersebut karena memang sudah menjadi hal Alami mengenai terbentuknya antibodi tersebut. Dengan kata lain, sel sperma akan mengalami masalah nantinya untuk membuahi sel telur karena memiliki kendala dalam memasuki vagina hingga mencapai sel telur. Ada juga faktor pembentukan dari antibodi wanita karena luka ketika bersenggama. Luka tersebut akan mengeluarkan sel darah putih yang nanti akan membunuh sperma.

Terbentuknya antibodi dan alergi juga disebabkan oleh keputihan maupun infeksi pada saluran daerah vagina. Satu hal yang bermasalah juga adalah mengenai masalah pria yang berpeluang juga dalam membentuk antibodi sehingga akan membunuh sperma mereka sendiri.

Ada juga masalah lain seperti keputihan yang mana akan menyebabkan sperma yang masuk dalam vagina terebut akan menggumpal dan juga gagal dalam mencapai sel telur tersebut. Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah mengenai gejala dari masalah tersebut. Perlu diketahui bahwa masalah antibodi seringkali berkaitan dengan alergi lain baik itu bau-bauan, debu, cuaca, dan lain sebagainya. Gejala yang paling sering muncul adalah gatal-gatal, bersin-bersin, nyeri, dan beberapa maslah lainnya. 

Gejala yang ditunjukkan antara tiap wanita berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pemeriksaan laboratorium akan lebih dianjurkan disini.
Sedangkan tujuan dilakukannya pemeriksaan laboratorium adalah untuk memastikan bahwa tubuh wanita akan mampu membentuk antibodi atau sebaliknya. Faktanya, pemeriksaan pada laboratorium mengenai masalah tersebut amatlah kurang memadai. 

Dalam mengatasi masalah tersebut, maka ide untuk melakukan pemeriksaan lebih pada dokter kandungan dan juga ahli andrologi amatlah diperlukan. Tujuannya adalah untuk memastikan terlebih dahulu tentang kepastian apakah seseorang mengalami masalah dari antibodi tersebut atau tidak.

Antibodi itu sendiri dapat diibaratkan sebagai tentara yang akan melindungi tubuh dari bermacam zat asing yang akan masuk dalam tubuh, terutama yang bersifat membahayakan. Dalam kasus antibodi pada vagina, mereka akan menyerang sperma yang dianggap sebagai zat asing dan berbahaya. Hasilnya adalah reaksi alergi dari sang istri terhadap sperma si suami tersebut. Memang belum ada penyebab pasti mengapa antibodi antisperma muncul dan menjadi salah satu penyebab gagalnya pasangan suami istri dalam memperoleh keturunan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai pengujian untuk proses pendeteksian ada tidaknya antibodi antisperma pada tubuh.

Pendeteksian Dengan Pemeriksaan Sperma

Pemeriksaan pada sperma sampai saat ini masih menjadi cara terbaik dalam pendeteksian ada tidaknya antibodi antisperma pada tubuh wanita. Sperma akan diteliti pada laboratorium oleh para ahli.

Pengujian Pasca Senggama

Untuk pengujian ini, biasanya seseorang akan mencari tujuan untuk pendeteksian antibodi antisperma pada cairan leher rahim terutama yang dinamakan cairan serviks.

Pemeriksaan Darah Sang Istri

Selanjutnya adalah mengenai pemeriksaan pada darah yang dilakukan pada pihak sang wanita yang bertujuan untuk pemeriksaan lebih detail mengenai kondisi antibodi yang bersangkutan.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang berbeda untuk mengatasi masalah antibodi antisperma. Pemberian korikosteroid adalah yang paling umum digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan secara signifikan kepekaan pada antibodi antisperma yang ada. Ada pula yang melakukan sebuah metode seperti IUI yang mana juga disebut dengan Intrauterin Insemination. Hal ini cukup efektif karena akan diberikan inseminasi buatan untuk mengatasi masalah antibodi antisperma. Beberapa orang juga akan melakukan IVF atau in-Vitro Fertilization. Sesuai dengan namanya, ini amat populer karena kemudahan metode.

Yang dilakukan adalah dengan mempertemukan sel sperma secara langsung pada sel telur tanpa harus melewati leher rahim. Sebenarnya dalam melakukan metode penanganan untuk masalah antibodi antisperma, semua dapat diperhatikan mengenai konsultasinya dengan sang ahli. Hal ini dikarenakan seseorang memiliki kondisi yang berbeda mengenai antibodi antisperma. Ahli tersebut akan membantu dalam menentukan yang terbaik untuk dilakukan. 
Tertarik dengan artikel faktor penghambat kehamilan ini, silakan share..

Baca juga:
Mengenal kriteria sperma yang baik
tips sehat anak bayi dan balita