Sumbatan yang Terjadi Pada Saluran Telur Atau Rahim

Sumbatan yang terjadi pada saluran telur atau rahim adalah merupakan salah satu faktor yg mempengaruhi kesuburan wanita.

Bila Anda telah menikah dan berhubungan seksual dengan pasangan Anda tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum juga mendapatkan tanda-tanda kehamilan, berarti ada sesuatu yang salah yang berhubungan dengan kesuburan Anda. Ada beberapa hal yang berdampak pada fertilitas wanita, salah satunya yaitu sumbatan yang terjadi pada uterus dan saluran telur. Secara awam dapat kita pahami bahwa sperma pasangan tidak akan bisa mencapai sel telur jika ada sumbatan pada salurannya. Berikut ini adalah penyebab sumbatan pada saluran telur atau rahim:

Infeksi

Infeksi pada organ reproduksi wanita bisa terjadi pada rahim, indung telur, dan tuba fallopi atau saluran telur.  Efek samping terjadinya infeksi ini selain menyebabkan ancaman ketidaksuburan, penderita juga akan merasa nyeri saat berhubungan suami istri. Infeksi yang terjadi bisa disebabkan oleh jamur klamidia dan bakteri tubercolosis. Gejala yang mungkin terjadi ketika infeksi terjadi adalah nyeri punggung dan perut, bercak darah pada daerah kewanitaan, kram perut, rasa sakit saat berhubungan badan, keputihan dengan bau tidak sedap, kelelahan, dan demam. Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi selayaknya mendapatkan penanganan oleh ahlinya dengan tuntas karena berpotensi untuk menjadi infeksi yang lebih parah.

Selain karena penyebab di atas infeksi pada alat reproduksi bisa dipicu oleh infeksi menular seksual atau IMS, yaitu infeksi yang terjadi karena kontak seksual. IMS dipicu oleh protozoa,  virus, atau bakteri  yang  menginfeksi saluran genital wanita dan menyebar hingga ke organ reproduksi. Infeksi yang telah mencapai organ dalam ini dapat menyebabkan inflamasi pada rongga panggul dengan resiko infertilitas atau kemandulan dan bila tidak diobati dapat menyebabkan perlengketan. Perlengketan inilah yang dapat membuat saluran telur tersumbat sehingga pembuahan sulit terjadi.

Bila tidak menimbulkan infertilitas, penyakit-penyakit menular seksual seperti  klamidia, gonore, herpes, dan sifilis dapat mengakibatkan kecacatan pada bayi. Gejala yang umum terjadi pada infeksi ini adalah keputihan yang disertai bau tidak sedap, gatal, warna cairan yang tidak transparan atau berbuih, dan kadang-kadang timbul nyeri pada perut. Selain karena infeksi, sumbatan pada tuba fallopi atau saluran rahim dapat terjadi karena parut bekas operasi yang penyembuhannya tidak sempurna.

Tumor

Tumor atau kista yang tumbuh pada organ reproduksi wanita sangat mungkin berdampak pada kesuburan wanita tersebut. Sedangkan kista adalah kantung berisi cairan yang bisa berada pada indung telur atau ovarium. Jika kista hanya menginfeksi satu indung telur, seorang wanita masih memungkinkan untuk mendapatkan keturunan dari indung telur satunya yang masih sehat. Kista yang berukuran kurang dari 5cm kadang-kadang dapat hilang dengan sendirinya. Miom adalah benjolan pada uterus yang terjadi akibat pertumbuhan otot rahim yang abnormal dan dapat menghalangi pembuahan bila tumbuh pada dinding rahim.

Nyeri pada perut yang datang dan pergi atau perut yang membuncit dapat menjadi pertanda bahwa seorang wanita menderita tumor pada organ reproduksinya. Walaupun tidak semua kelainan ini menunjukkan gejala. Selama ini tumor ovarium yang paling sering terjadi pada wanita adalah kista. Kelainan pertumbuhan sel yang terjadi pada organ reproduksi tersebut akan terdeteksi dengan pemeriksaan USG oleh dokter spesialis kandungan.

Selain pemeriksaan dengan USG, Anda juga dapat mencoba pemeriksaan dengan metode HSG atau histerosalpingografi  yang kadang disebut juga dengan uterosalpingografi. Ini adalah pemeriksaan sinar X menggunakan cairan kontras yang kemudian dimasukkan ke dalam tuba fallopi dan rongga rahim. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus melacak sumbatan penyebab ketidaksuburan.
Selain itu dengan pemeriksaan HSG dokter juga dapat memperoleh detail kelainan pada pasien, misalnya, mengetahui bentuk, struktur, dan ukuran rongga rahim, bahkan mendeteksi adanya tumor pada rahim, polip rahim, hingga adesi atau perlengketan pada rahim. Dengan demikian dokter akan dapat mendiagnosa penyebab ketidaksuburan atau keguguran yang terjadi berulang-ulang.
Sumbatan pada tuba fallopi


Prosedur pemeriksaan dengan HSG

Pada posisi berbaring dengan paha terbuka, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam organ kewanitaan Anda sehingga mulut rahim terlihat, setelah itu kateter dimasukkan ke dalam rongga rahim. Cairan kontras disuntikkan melalui kateter hingga memenuhi saluran rahim dan bersamaan dengan itu foto rontgen akan diambil. Bila terdapat sumbatan pada saluran telur, Anda akan merasakan kram pada perut seperti saat menstruasi. Pemeriksaan ini dilakukan hanya dalam waktu 30 menit dan dapat dikatakan merupakan prosedur yang cukup aman.

Jangan khawatir merasakan sakit pada saat pemeriksaan karena Anda juga akan diberikan obat penahan nyeri sebelumnya. Efek samping yang mungkin terjadi hanyalah sedikit sakit kepala atau sakit pada perut bawah karena adanya iritasi pada selaput perut. Setelah melakukan pemeriksaan HSG pada hari itu juga Anda akan dapat memperoleh hasilnya dari dokter radiologi yang memeriksa Anda. Selanjutnya dokter kandungan akan melanjutkan diagnosa untuk merekomendasikan terapi penyembuhan infertilitas yang paling sesuai bagi Anda.  

Pada beberapa pasien bahkan terbukti bahwa pemeriksaan ini bisa juga merupakan terapi yang dapat meningkatkan kesuburan bagi wanita yang didiagnosa mengalami gangguan pada tuba fallopinya. Cairan kontras yang dimasukkan ke rahim melalui kateter dengan tujuan pemeriksaan ternyata dapat membuka sumbatan dan meluruskan saluran telur sehingga mempermudah terjadinya kehamilan. 

Baca juga:
Akibat menunda kehamilan
tips sehat anak bayi dan balita