Ketidaksuburan Akibat Menunda Kehamilan

Akibat Menunda Kehamilan
Karier, pendidikan, dan keinginan untuk mengejar impian adalah beberapa penyebab banyaknya wanita yang telah menikah tetapi menunda untuk mendapatkan keturunan. Padahal hal ini jika dibiarkan dapat menjadi salah satu faktor penyebab ketidaksuburan pada Anda. Masa produktif adalah waktu yang lebih baik untuk mempunyai keturunan, karena semakin tua usia seorang wanita, maka peluangnya untuk mendapatkan keturunan juga semakin kecil

Resiko akibat menunda kehamilan
Di saat karier telah mantap dan keinginan untuk bebas telah hilang sehingga para wanita ini ingin segera mempunyai keturunan, sang buah hati justru tidak segera hadir. Hal ini terjadi karena kesuburan seorang wanita telah jauh berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia wanita tersebut. Beberapa wanita memang masih bisa hamil di usia 40-an tetapi hal itu tidak dapat kita jadikan pedoman bagi semua wanita. Oleh karena itu sebaiknya pikirkan dengan matang apabila Anda ingin menunda mendapatkan keturunan karena ingin berfokus total pada karier.

Semakin tua usia seorang wanita pada saat mengandung anak yang pertama tentu resiko yang akan ditanggungnya akan semakin besar. Salah satu usaha yang harus dilakukan adalah mengendalikan berat badan calon ibu dengan program diet yang sehat dan tepat. Selain itu jika usia anak dan orang tua semakin jauh hal ini juga bisa berpengaruh kepada pendidikan anak, perkembangan kepribadian, dan kualitas perhatian juga kasih sayang orang tua. Jadi sangat disarankan untuk segera mendapatkan keturunan setelah menikah atau jika ingin menunda hendaknya tidak lebih dari dua tahun.

Bagi pasangan yang sangat mengidamkan untuk mendapatkan keturunan  hendaknya membekali diri sebanyak-banyaknya dengan berbagai referensi tentang fertilitas dan infertilitas. Dengan demikian Anda akan segera sadar bila ada kondisi abnormal yang terjadi pada organ reproduksi Anda. Mulailah dengan mempelajari anatomi sistem reproduksi wanita dan pria, bagaimana proses kehamilan bisa terjadi dan berbagai faktor yang dapat menghambat terjadinya kehamilan normal.

Secara sederhana, demikianlah proses terjadinya kehamilan normal, atau persyaratan yang memungkinkan kehamilan normal
1.     Sel sperma berkualitas baik dan aktif
2.     Sel telur sehat yang siap dibuahi
3.     Saluran yang kondusif untuk mempertemukan kedua sel
4.     Uterus atau rahim yang sehat sebagai “rumah” calon janin.

Jadi infertilitas bisa terjadi jika terjadi masalah pada salah satu dari empat unsur di atas.

Pada saat terjadinya permasalah pada ketidaksuburan., ada beberapa kemungkinan gangguan yang terjadi pada salah satu faktor itu. Tetapi dalam dunia kedokteran ada juga kasus ketidaksuburan yang disebut unexplained infertility atau infertilitas yang belum diketahui penyebabnya sehingga belum bisa dijelaskan walaupun kasus seperti ini sangat jarang ditemui. Untuk mengatasi masalah infertilitas ini ada berbagai macam alternatif yang dapat dicoba, mulai dari terapi infertilitas yang membutuhkan dana banyak atau terapi sederhana. Beberapa pasangan berhasil mendapatkan keturunan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan berkualitas.

Ketidaksuburan yang terjadi bisa karena pola dan gaya hidup tidak sehat yang dilakukan secara terus-menerus. Kurang istirahat, stres, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol dapat berpengaruh pada kesuburan Anda. Untuk itu sebaiknya mulai sekarang terapkan pola hidup sehat, pahami tentang ovulasi, dan cara berhubungan intim yang ideal agar kehamilan bisa segera terjadi. Jadi, tidak adil jika menyalahkan pihak wanita saja bila buah hati tak kunjung hadir karena pria pun berpotensi menderita infertilitas yang bisa menyebabkan sulitnya mempunyai keturunan.

Baca juga:
Penyebab ketidaksuburan pada pria dan wanita
tips sehat anak bayi dan balita