Gagal matang sel telur

Gagal ovulasi atau gagal matang sel telur juga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kesuburan pada wanita yang wajib anda ketahui selain sumbatan yang terjadi pada saluran telur dan rahim, pada artikel sebelumnya.

gagal ovulasi

Salah satu kebahagiaan terbesar wanita adalah saat menjadi seorang ibu, bahkan wanita dikatakan belum lengkap jika tidak merasakan menjadi ibu. Kehamilan dapat terjadi bila seorang wanita fertil atau subur sehingga memungkinkan untuk dibuahi. Wanita dikatakan subur bila mampu memproduksi sel telur secara teratur setiap bulannya pada masa subur, yaitu pada hari ke-12 hingga ke-16 yang dihitung mulai hari pertama siklus datang bulan. Bila seorang wanita dan pasangannya melakukan senggama tanpa pencegah kehamilan pada masa subur, sel telur yang matang itu akan dilepaskan dari indung telur sehingga dapat dibuahi oleh spermatozoa.

Tetapi bagaimana jika hubungan intim telah dilakukan berulangkali pada masa subur tetapi kehamilan tidak kunjung terjadi? Salah satu kemungkinan yang bisa terjadi adalah  gagal matang sel telur tersebut. Ini adalah keadaan yang berdampak negatif pada sistem reproduksi wanita, yaitu sel telur yang sulit matang sehingga tidak dilepaskan dari ovarium untuk masuk ke saluran telur dan bertemu dengan spermatozoa. Kegagalan ovulasi atau anovulasi ini menimbulkan dampak paling kurang pada lima belas hingga enam belas persen wanita di masa subur.

Gagal matang sel telur ini berdampak lebih parah bagi sulitnya terjadi kehamilan daripada wanita yang ovulasinya tidak teratur. Wanita yang masih dapat berovulasi walaupun tidak teratur masih berpeluang untuk hamil dan melahirkan. Penyebab utama kegagalan matangnya sel telur terjadi karena gangguan hormon, yaitu hormon yang mengatur sistem reproduksi wanita. Hormon-hormon yang paling berperan penting adalah hormon estrogen dan progesteron. Sementara PCOS adalah gangguan keseimbangan hormon yang disebut Polystic Ovary Syndrome yang memicu kegagalan ovulasi. 

PCOS ini ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur sehingga pelepasan sel telur pun terhambat dan berakibat pada infertilitas. PCOS kadang juga terjadi akibat faktor genetika atau keturunan. Wanita-wanita dengan berat badan berlebihan juga mempunyai resiko yang besar untuk mengalami masalah anovulasi ini karena ketidakseimbangan hormon yang terjadi dan disfungsi ovarium. Dan sebaliknya, wanita dengan berat badan sangat kurang pun berpotensi mengalami masalah yang sama.  Gangguan makan yang terjadi karena faktor psikis seperti pada penderia anoreksia atau bulimia juga beresiko mengganggu bahkan menghentikan siklus datang bulan. Seorang wanita yang tidak lagi mendapatkan menstruasinya tentu saja tidak dapat hamil dan melahirkan.

Selain faktor fisik obesitas dan gangguan makan, faktor usia pun mempunyai dampak yang tidak kecil pada kesuburan wanita.  Seiring dengan bertambahnya usia kualitas sistem reproduksinya juga akan semakin menurun termasuk siklus menstruasi dan ovulasi. Gejala yang terjadi misalnya adalah kegagalan ovulasi, menurunnya tingkat kesuburan, dan berkurangnya jumlah sel telur yang disimpan. Oleh karena itu seorang wanita sebaiknya tidak menunda pernikahannya demi kelancaran mendapatkan keturunan.

Tekanan psikis atau stres juga berdampak pada gangguan hormon, apalagi konon wanita lebih sulit mengendalikan stresnya daripada pria. Tekanan atau stres yang terjadi secara berlebihan akan menyebabkan terganggunya hormon reproduksi sehingga ovulasi sulit tercapai dan ujungnya sel telur tidak akan terlepas karena tidak matang.

Penyebab terjadinya anovulasi yang terakhir adalah ovarian hypofunction atau gangguan pada fungsi ovarium karena adanya kelainan genetik atau kelainan kromosom. Beberapa kasus anovulasi terjadi karena telur yang matang tak dapat dilepaskan pada folikel yang disebut juga Luteinised Unruptured Follicie Syndrome (LUFS). Dari sekian banyak penyebab terjadinya gagal matang sel telur, ketidakseimbangan hormon adalah yang paling sering terjadi.

Baca juga:
Sumbatan pada sel telur
tips sehat anak bayi dan balita