Alat Kontrasepsi - alat KB, jenis dan fungsinya

jenis dan macam alat kontrasepsi
Laju pertumbuhan penduduk di Negara berkembang seperti Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, sementara lahan pemukiman semakin sempit bahkan tidak ada sehingga terpaksa mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi lahan pemukiman. Melihat permasalahan tersebut maka pemerintah berusaha untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana. Program tersebut sedikit banyak dibantu oleh alat-alat yang disebut alat kontrasepsi.

Secara pengertian, kontrasepsi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk menghambat atau mengganggu proses normal dari proses ovulasi, pembuahan atau implantasi. Sementara alat kontrasepsi jika diartikan adalah alat-alat yang digunakan untuk menghambat proses normal dari proses-proses tadi. Secara fungsi, alat-alat kontrasepsi ini berfungsi untuk mencegah agar tidak terjadinya proses pembuahan, sehingga tidak terjadi kehamilan.

Metode Penghambatan

Dari uraian sebelumnya diketahui bahwa alat kontrasepsi berfungsi untuk menghambat proses pembuahan supaya tidak terjadi kehamilan. Beberapa alat kontrasepsi memiliki cara masing-masing untuk menghambat proses tersebut. Berikut beberapa cara yang dilakukan oleh alat kontrasepsi untuk menghambat terjadinya proses pembuahan.

1.  Alat Kontrasepsi yang Menghambat secara Hormonal

Cara yang digunakan alat ini adalah dengan mengganggu dan menghambat proses ovulasi. Dalam hal ini yang diganggu adalah hormon wanita, yang mana sel telur yang dikeluarkan oleh wanita tidak bisa dibuahi oleh sel sperma.

2.  Alat Kontrasepsi Metode Penghalang

Metode ini digunakan untuk mengganggu proses bertemunya sel telur dan sel sperma, yang mana sel sperma dihalangi agar tidak bertemu sel telur sehingga tidak akan ada proses pembuahan dan tidak akan terjadi kehamilan.

3.  Alat Kontrasepsi Metode Spermisida

Metode ini digunakan untuk mengganggu atau menghalangi pertemuan sel telur dan sel sperma dengan cara mematikan sel spermanya, sehingga tidak akan terjadi proses pembuahan.

4.  Alat Kontrasepsi yang Mencegah Proses Implantasi

Cara yang dilakukan pada metode ini adalah menghambat atau mengganggu proses penanaman zigot, yang mana zigot tersebut merupakan hasil dari peleburan sel telur dengan sel sperma.

5.  Alat Kontrasepsi Metode Sterilisasi

Metode ini digunakan dengan cara memutuskan jalur yang dilalui oleh sel telur menuju rahim (tuba falopi). Hal ini dilakukan agar telur tidak bisa menuju rahim dan sel spermapun tidak bisa bertemu dengan sel telur.

6.  Alat Kontrasepsi Vasektomi

Metode ini dilakukan agar pria tidak menghasilkan sperma. Adapun cara yang dilakukannya adalah dengan cara memutuskan dan mengikat bagian dari saluran testis dan urtra (vas deferns pria). Metodi ini biasanya bersifat permanen.

Jenis-jenis Alat Kontrasepsi

Berbagai macam alasan kenapa pasangan suami istri menggunakan alat kb ini, ada yang alasannya karena faktor ekonomi, ada karena faktor kesiapan mental, ada yang karena faktor usia hingga karena faktor kesehatan yang membuat baik sang suami ataupun sang istri menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Secara umum, alat kontrasepsi terbagi menjadi 3 (tiga), Diantaranya:
1.  Alat Kontrasepsi Mekanik
2.  Alat Kontrasepsi Hormonal
3.  Alat kontrasepsi Mantap

Adapun ulasan dari ketiga jenis Alat Kontrasepsi tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Alat Kontrasepsi Mekanik

Alat kontrasepsi ini berfungsi menghalangi pertemuan antara sel telur dan sel sperma yang berada di dalam rahim dan alat kontrasepsi ini bersifat melindungi. Adapun yang termasuk ke dalam jenis Alat Kontrasepsi mekanik diantaranya:

a.  Kondom

kondom pria
Kondom merupakan alat kontrasepsi yang berbahan dasar karet, bersifat lentur dan menyerupai kantong. Pada dasarnya kondom memiliki fungsi untuk menampung sperma agar tidak masuk ke dalam rahim. Berdasarkan penelitian mengatakan bahwa penggunaan kondom lebih efektif mencegah kehamilan hingga 90 %. Namun kemungkinan bisa hamilpun masih ada.
Fungsi lain dari kondom adalah sebagai alat bantu untuk mencegah penyebaran penyakit seksual. Kondom terhitung murah dan mudah dalam mendapatkannya dan tidak membutuhkan resep dalam penggunaannya, sehingga banyak orang yang menggunakan alat kontrasepsi ini.
 

b.  Diafragma

diafragma alat kontrasepsi wanita
Alat kontrasepsi ini menyerupai topi yang menutupi mulut rahim, memiliki fungsi yang sama seperti kondom yaitu untuk mencegah sel sperma masuk ke dalam rahim. Jika kondom terbuat dari bahan karet yang tipis dan ada kemungkinan bocor, diafragma ini terbuat dari bahan karet yang tebal sehingga jauh lebih efektif karena kemungkinan bocornya sedikit bahkan tidak ada.

c.  IUD (Intra Uterine Device)

IUD alat kontrasepsi
IUD merupakan salah satu alat kb yang memiliki fungsi mencegah kehamilan dengan cara mencegah pertemuan sel telur dengan sel sperma. Alat kontrasespsi ini terdiri dari bahan plastik yang lentur, kemudian alat ini dimasukkan ke dalam rahim. Alat tersebut harus diganti sesuai jadwal yang telah ditentukan. IUD memiliki kelebihan salah satunya ada sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Sedangkan kekurangannya adalah terjadinya pendarahan di luar jadwal menstruasi.

d.  Spermisida

spermisida pencegah kehamilan untuk wanita
Sama halnya seperti alat kontrasepsi lain, spermasida berfungsi untuk mencegah kehamilan dengan cara mematikan sel sperma menggunakan bahan-bahan kimia. Penggunaan alat kontrasepsi ini kurang efektif karena kurang nyaman dan dapat menimbulkan alergi.

2.  Alat Kontrasepsi Hormonal

Jenis alat kontrasepsi hormonal ini merupakan pengkombinasian antara hormon estrogen dan progesteron. Adapun penggunaannya menggunakan tablet atau pil, kemudian suntikan dan susuk.

a.  Tablet atau Pil

Tablet atau pil ini merupakan salah satu alat kontrasepsi yang digunakan dan dikonsumsi dalam bentuk tablet atau pil. Banyak para wanita Indonesia yang menggunakan tablet atau pil sebagai alat kontrasepsi karena sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Biasanya pil atau tablet ini digunakan atau dikonsumsi berdasar resep dari dokter. Tablet atau Pil ini biasanya berisi hormon progesteron saja atau kombinasi antara hormon progeseteron dan estrogen.
Baca juga: cara minum pil kb

b.  Suntikan

Suntikan ini merupakan kontrasepsi yang menyuntikan hormon sintetik. Penyuntikan ini umumnya dilakuan 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Sama seperti pil atau tablet, penggunaan suntikan ini biasanya berdasarkan resep dokter. Penggunaan suntikan memiliki kelebihan tidak mengganggu produksi ASI dan mengurangi rasa sakit ketika Haid. Sementara kekurangannya adalah dapat meningkatkan beran badan karena nafsu makan yang bertambah.

c.  Susuk

Susuk adalah alat kontrasepsi yang digunakan dengan cara menanamnya di bawah kulit lengan kiri atas. Bentuknya menyerupai tabung-tabung kecil dan panjangnya seperti korek api. Susuk akan dipasang seperti kipas di bawah kulit lengan kiri atas dengan jumlah kapsul sebanyak 6 buah. 

susuk kb
Hormon yang terdapat pada kapsul tersebut adalah hormon levonorgestrel. Hormon tersebut akan keluar sedikit demi sedikit. Adapun secara hormon ini berfungsi untuk mencegah terjadinya proses pembuahan dan proses migrasi sperma.

3.  Alat Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi ini biasanya bersifat permanen karena hal ini dilakukan dengan cara memotong saluran sel sperma pria atau yang disebut vasektomi dan memotong saluran telur yang disebut tubektomi. Sehingga tidak akan ada pertemuan sel telur dan sel sprema sehingga tidak ada proses pembuahan dan tidak akan terjadi kehamilan. Salah satu alasan menggunakan metode ini karena merasa sudah cukup dengan jumlah anak yang sekarang.

Alat kontrasepsi memiliki fungsi dan cara masing-masing dalam mencegah proses kehamilan. Penggunaan alat kontrasepsi disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan pasangan suami istri dan alangkah baiknya penggunaannya tersebut berdasarkan resep dokter agar penggunaannya tidak memberikan dampak yang negatif.

tips sehat anak bayi dan balita