Anemia Pada Ibu Hamil

anemia pada ibu hamil

Beberapa orang kerap kali memiliki masalah kekurangan darah. Ternyata anemia pada ibu hamil juga sering menghampiri dan itu umum terjadi, karena kandungan haemoglobinnya ≤11 gr/ dl di trisemester awal dan ≤ 10,5 gr/ dl pada trisemester kedua. Oleh sebab itu, biasanya para calon orang tua diharuskan untuk mengkonsumsi sayuran dengan zat besi tinggi, dan tidak lupa meminum pil penambah darah. Upaya itu untuk tetap memberikan yang terbaik untuk janin, karena penyakit ini akan berbahaya jika tidak dilakukan tindakan secara tegas, seperti resiko cacat bayi, lahir prematur, kematian janin, pendarahan, mudah terinfeksi, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)  dan lainnya.

Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Pada saat hamil, kandungan darah akan semakin banyak yang biasa disebut hipervolemia atau hidremia, tapi hal itu didominansi oleh plasma sebesar 30 %, hemoglobin 19% dan sel darah 18%. Porsi plasma yang bertambah ini menyebabkan terjadinya pengenceran darah. Peristiwa tersebut terjadi pada kehamilan 10 minggu dan meningkat antara 32 sampai 36 minggu. Hal itu menyebabkan anemia pada ibu hamil.

Jika dilihat secara fisiologis, kejadian diatas akan membantu kinerja dari jantung. Umumnya memang saat seseorang mengandung, kerja dari organ ini akan menjadi berat daripada sebelumnya. Biasanya terjadi karena defisiensi besi dan pendarahan akut atau keduanya. Penyebab "anemia pada ibu hamil" yang umum dialami adalah malnutrisi, kurang zat besi, malabsorbsi (jaringan tidak bisa menyerap zat secara maksimal), banyak keluarnya darah (proses persalinan lalu atau datang bulan) dan mengidap penyakit kronik (TBC, malaria, cacing usus). Gejalanya adalah mengaku cepat lelah, lidah terluka, berkurangnya nafsu makan, susah konsentrasi dan mata kunang-kunang.

Klasifikasi Anemia Pada Ibu Hamil

Terdapat beberapa jenis anemia pada ibu hamil:
·       Anemia Defisiensi Besi
Disebabkan karena didalam darahnya kekurangan zat besi.  Biasanya sangat dianjurkan untuk meminum tablet atau mengikuti terapi yang terdiri dari dua jenis.
-     Oral
Dengan memberikan fero glukonat (Na fero bisirat) dan fero sulfat. Dosisnya adalah 60 mg per hari. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kadar hemoglobin sebesar 1 gr% per bulan. Berdasarkan program nasional menganjurkan adanya perpaduan 60 mg besi dan 50 nanogram asam folan yang berguna untuk profilaksis anemia.
-     Parental
Cara ini bila sang ibu tidak sanggup dengan penerapan oral, usia kehamilan sudah menginjak masa tua, dan menderita penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Preparatnya diberi tambahan ferum dextran 1000 mg, agar peningkatannya terjadi lebih cepat yaitu 2 gr%.
·       Anemia Megaloblastik
Penyakit ini terjadi karena kekurangan asam folik. Obatnya adalah 15 sampai 30 mg per hari asam folik, 3 x 1 tablet per hari sulfas ferosus dan 3 x 1 tablet per hari vitamin B12. Bila sudah parah biasanya dengan cara transfusi darah.
·       Anemia Hipoplastik
Jenis ini karena adanya hipofungsi sumsung tulang dan pembentukan eritrosit baru. Diperlukan beberapa pemeriksaan seperti fungsi eksternal, darah tepi lengkap dan retikulosi untuk bisa mendiagnosis dengan benar.

·       Anemia Hemolitik
Biasanya terjadi disebabkan pemecahan sel darah merah yang terlalu cepat daripada pembuatannya. Gejalanya sama seperti anemia pada umumnya tapi dilengkapi dengan kelainan gambaran darah, dan bila ada gangguan pada organ vital akan menyebabkan tanda komplikasi.

Bagi para wanita yang sedang berbadan dua, tentu harus berhati-hati dengan tetap menjaga kesehatan dan asupan nutrisi. Anemia pada ibu hamil di trimester pertama bisa berakibat abortus, missed abortus dan kelainan congenital, sedangkan trimester kedua dapat menimbulkan persalinan yang prematur, pendarahan antepartum, pertumbuhan dan perkembangan janin yang tidak normal serta yang paling mengerikan adalah menyebabkan kematian.

tips sehat anak bayi dan balita