Ibu hamil dan Kehamilan Sehat

ibu hamil
Hamil dan memiliki anak adalah dua hal yang didamba pasangan yang sudah menikah. Namun banyak wanita yang bingung dan takut menghadapi masa-masa kehamilan. Hamil sebetulnya merupakan proses fisiologis biasa yang lazim dialami oleh sebagian besar wanita. Ibu hamil sebaiknya rajin mencari informasi yang berhubungan tentang kesehatan calon ibu dan janin.

Ibu hamil wajib perluas informasi tentang kehamilan

Seorang ibu hamil harus memperhatikan kesehatan diri dan janinnya. Mereka harus memeriksakan kandungan secara rutin agar terhindar dari masalah kesehatan, mulai fase kehamilan, melahirkan hingga pasca melahirkan. Pemeriksaan rutin di masa kehamilan akan membantu calon ibu terhindar dari keguguran janin. Selain itu, dengan pemeriksaan rutin, calon ibu dapat memilih metode yang tepat dan aman agar ibu dan bayi yang dilahirkan bisa sehat dan selamat.

Ada beberapa mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat tentang kehamilan. Seorang calon ibu hendaknya tidak menelan mentah-mentah semua informasi yang ada. Sangat dianjurkan agar calon ibu selalu bertanya kepada ahlinya, membaca dan browsing internet untuk memperluas wawasan kehamilan. Calon ibu juga harus memperoleh asupan gizi yang seimbang, istirahat yang cukup dan menjaga kebersihan badan.

Perubahan-perubahan pada ibu hamil

Masa hamil membawa perubahan tersendiri bagi seorang wanita. Perut yang kian membuncit adalah perubahan fisik yang paling terlihat. Perubahan hormonal menyebabkan seorang wanita hamil lebih emosional dan sensitif terhadap lingkungannya.Seorang wanita hamil normalnya akan mengalami kenaikan berat badan yang bervariasi antara 3 hingga 16 kilogram selama masa kehamilannya. Apabila terjadi kenaikan berat badan kurang atau lebih dari kenaikan berat badan normal maka sebaiknya calon ibu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Perkembangan ibu dan janin pada trimester pertama

Pada masa trimester pertama (0 hingga 3 bulan) adalah saat pembentukan organ dan sistem organ janin. Masa ini adalah masa terpenting karena terjadi perkembangan pesat berbagai organ penting bayi seperti otak dan jantung. Ibu hamil biasanya akan mengalami berbagai masalah yang terkait dengan perubahan hormonal seperti konstipasi, mual, mudah lelah, pusing dan sakit kepala.

Pada masa ini wanita hamil memerlukan banyak asupan gizi seimbang untuk perkembangan janin. Namun morning sickness sering menjadi penyebab wanita hamil menjadi malas makan. Morning sickness yaitu keluhan mual dan muntah pada awal kehamilan yang disebabkan oleh kerja hormon Chorionic gonadotropin. Makan dengan porsi sedikit namun sering, mengkonsumsi jahe dan vitamin B6 akan mengurangi keluhan mual pada wanita hamil.

Pada akhir trimester pertama, organ dan jaringan janin sudah terbentuk dengan sempurna. Rambut pada janin pun sudah mulai tumbuh. Pada periode ini janin dapat menggerakkan kaki, tangan dan mulutnya. Gerakan janin ini masih sangat lemah sehingga jarang dirasakan oleh calon ibu. Saat akhir trimester pertama, berat janin mencapai 100 gram dengan panjang 10 cm. Berat badan ibu akan mengalami kenaikan antara 1 hingga 2,5 kg. Ibu hamil sebaiknya mulai mengenakan pakaian yang longgar agar nyaman dan leluasa bergerak.

Ibu hamil perlu melakukan serangkaian tes untuk mengetahui tingkat kesehatannya.  Dokter akan menganjurkan pemeriksaan tekanan darah, tes urine, tes darah rutin dan tes TORCH. Ibu hamil tidak boleh minum sembarang jamu dan obat karena akan memiliki efek samping terhadap ibu dan janin. Trimester pertama adalah masa-masa rawan terjadi keguguran janin. Calon ibu harus waspada apabila timbul flek atau pendarahan. Segera hubungi dokter kandungan untuk pemeriksaan lanjutan. Apalagi jika flek disertai dengan kram perut dan pendarahan yang tidak berhenti.

Perkembangan ibu dan janin pada trimester kedua

Di masa usia 3 hingga 6 bulan ibu hamil sudah tidak lagi merasakan mual dan muntah. Sesak napas dan mudah lelah sering melanda calon ibu di usia kehamilan ini. Ukuran janin semakin membesar sehingga rahim dan perut ibu juga ikut membesar. Pada rentang 3 hingga 6 bulan calon ibu bisa merasakan gerakan-gerakan janin. Berat badan ibu akan terus bertambah antara 7 hingga 10 kg. Berat badan janin saat akhir periode ini adalah 1 kg. Pertambahan berat badan ibu yang cenderung melar akan memunculkan stretchmarks atau garis-garis di kulit. Namun calon ibu tidak perlu khawatir karena garis-garis ini akan memudar setelah proses persalinan.

Saat usia kehamilan 3 hingga 6 bulan, ibu hamil bisa melakukan olahraga ringan seperti senam kegel, yoga, berenang dan jalan kaki. Berolahraga akan membuat ibu merasa rileks dan badan tetap bugar. Calon ibu sebaiknya menghindari aktivitas olahraga atau pekerjaan yang berat dan banyak menguras tenaga.

Perkembangan ibu dan janin pada trimester ketiga

Organ-organ pada janin akan terus membesar. Pada masa kehamilan ini gerakan janin akan semakin kuat dan membuat perut ibu hamil terasa nyeri dan tidak nyaman. Berat badan ibu akan bertambah antara 10 hingga 15 kg. Pada usia kehamilan ini calon ibu akan cepat merasa lelah. Cukup istirahat merupakan kunci utama. Pada masa ini ibu bisa melakukan senam hamil atau olahraga ringan lainnya agar badan ibu tetap aktif dan bugar. Latihan pernapasan juga penting dilakukan untuk memperlancar proses persalinan.

Keluhan punggung yang sakit dan rasa tidak nyaman sering di alami oleh ibu hamil pada periode ini. Rasa tidak nyaman ini akan semakin terasa saat tidur. Saat tidur sebaiknya ibu menyangga punggung dan perutnya dengan bantal tambahan. Ibu juga bisa menyelipkan bantal di antara kedua paha agar pinggul tetap nyaman dan tidak lelah.

Pada trimester ketiga ibu hamil perlu mengatur pola makan agar tidak terjadi kenaikan berat badan ibu dan janin yang drastis. Sebaiknya kurangi asupan garam karena garam berlebih akan memicu hipertensi yang dapat membahayakan ibu saat proses persalinan. Selalu konsumsi sayur dan buah serta cukup mengkonsumsi air. Wanita hamil juga harus menjaga kebersihan badan dengan mandi dua kali sehari. Menjaga kebersihan organ intim harus dilakukan agar tetap dalam kondisi  bersih dan kering. Hal ini dilakukan untuk menghindari keputihan berlebih dan tumbuhnya jamur di organ intim wanita hamil.

Persiapan persalinan

Saat memasuki trimester ketiga, ibu hamil harus menyiapkan perlengkapan persalinan baik untuk calon ibu dan untuk calon bayi. Masukkan pakaian ganti bayi, pakaian ganti ibu dan peralatan lainnya ke dalam tas untuk berjaga apabila terjadi kontraksi mendadak. Tentukan juga jenis kendaraan dan orang yang mengantar menuju tempat persalinan. Calon ibu sebaiknya memilih tempat persalinan yang jaraknya dekat dengan rumah.

Proses persalinan yang menyakitkan sering menimbulkan rasa takut calon ibu. Oleh karenanya calon ibu harus rajin-rajin mencari informasi mengenai proses persalinan dan mengejan yang benar agar persalinan berjalan lancar. Tidak ada salahnya mengikuti pelatihan hipnobirthing untuk meminimalisir rasa sakit saat melahirkan.

Tanda bahwa persalinan sudah semakin dekat antara lain keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir, keluarnya air ketuban dan terjadinya kontraksi yang semakin sering. Apabila kontraksi yang timbul terjadi setiap sepuluh menit dan rasa mulas semakin bertambah, maka ibu hamil harus segera bersiap karena proses persalinan segera dimulai.

Ibu hamil harus menjaga kesehatannya. Asupan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan olahraga ringan dapat membantu menjaga kesehatan calon ibu. Calon ibu harus rajin mencari informasi untuk menambah pengetahuan tentang masalah kehamilan

Baca juga:
Ciri-ciri orang hamil


tips sehat anak bayi dan balita