Cara Mengurangi Nyeri dalam Persalinan Normal

Setiap wanita yang hendak melahirkan biasanya menginginkan atau disarankan melakukan persalinan normal, dan hal tersebut bukannya tanpa alasan. Persalinan normal bukan hanya memiliki tingkat resiko yang relatif lebih kecil serta punya tingkat kesembuhan yang lebih besar, namun juga bisa memberi sang ibu kenangan yang lebih indah karena persalinan tersebut terasa sangat berkesan lantaran perjuangan yang dikerahkan demi bisa menimang si buah hati yang sebelumnya dikandung.

Akan tetapi, walau proses perjuangan saat melahirkan normal merupakan sesuatu yang dinanti para ibu, tetap saja ada rasa nyeri yang harus ditanggung. Malah, dalam beberapa kasus, nyeri persalinan normal yang dirasakan seorang wanita bisa sangat parah sehingga nyaris tak tertahankan dan malah bisa membuat trauma. Oleh karena itu, ada baiknya para wanita hamil mengetahui berbagai teknik mengurangi nyeri yang diakibatkan persalinan normal.

Berikut adalah beberapa cara lazim dan relatif aman untuk diterapkan demi mengurangi rasa nyeri saat persalinan normal. Memang tidak 100 persen menghilangkan nyerinya, namun hal ini akan sangat membantu saat proses persalinan dimulai.

Lakukan Sugesti dan Motivasi Diri
Banyak kaum ibu yang menyambut gembira perjuangan melahirkan anak, karena hal itu akan membuat mereka semakin menghargai kehadiran sang anak. Akan tetapi, tidak sedikit calon ibu (terutama ibu baru) yang belum apa-apa sudah merasa ketakutan karena akan melahirkan. Dalam hal ini, sang calon ibu harus banyak-banyak melakukan sugesti dan motivasi diri, meyakinkan diri bahwa hal yang akan dilakukannya juga dilakukan jutaan ibu lain di dunia. Anggota keluarga atau teman yang sudah berpengalaman melahirkan pun bisa ikut memberi motivasi.

Gerak Badan dan Olah Fisik
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang melakukan olahraga ringan saat mengandung berpotensi mengalami persalinan yang lebih lancar. Selain itu, selama menunggu masa persalinan, biasanya ibu hamil diperbolehkan jalan-jalan sejenak untuk menghilangkan kegugupan sekaligus membantu proses persalinan agar lebih lancar. Manfaatkan kesempatan ini dengan berjalan kecil di seputar kamar bersalin.

Lakukan Teknik Pernapasan dan Relaksasi
Sang calon ibu juga bisa melakukan teknik pernapasan dan relaksasi untuk menenangkan diri sekaligus meringankan rasa sakit. Saat ini, teknik pernapasan dan relaksasi menjadi hal yang umum diajarkan kepada ibu hamil dan yang sedang bersalin. Bahkan, banyak perawat dan dokter rumah sakit yang secara khusus mengajarkan teknik pernapasan untuk membantu melancarkan persalinan (Anda bisa tanyakan kepada dokter). Teknik ini relatif mudah namun cukup efektif untuk mengurangi nyeri sekaligus melancarkan proses persalinan.

Konsentrasi Pada Sesuatu
Sama seperti meditasi, ibu yang sedang bersalin juga bisa memfokuskan pikiran pada sesuatu agar bisa fokus dan melupakan hal lain seperti rasa nyeri saat melahirkan. Misalnya, sang ibu bisa menaruh foto orang yang disayangi di samping ranjang bersalin, atau menatap wajah suami dan menggenggam tangannya ketika rasa nyeri persalinan menyerang. Atau, sang ibu bisa mengalihkan perhatiannya pada pikiran yang menyenangkan, misalnya membayangkan kamar bayi yang sudah ditata rapi dan membayangkan si kecil yang akan tidur di sana.

Akhirnya, sangat penting bagi orang-orang terdekat sang calon ibu untuk selalu memberi dukungan. Sang suami atau orang tua bisa mendampingi persalinan, sementara keluarga dan rekan-rekan yang sudah pernah melahirkan memberi semangat sekaligus saran-saran berguna. Sang ibu juga sebaiknya banyak berdiskusi dengan dokter tentang proses melahirkan; semakin banyak yang diketahui soal "persalinan normal" , semakin mudah bagi sang ibu untuk mempersiapkan diri.

Baca juga:

Tips  Agar cepat melahirkan


1. Berjalan kaki
Berjalan kaki adalah cara paling mudah yang bisa bunda lakukan untuk mempermudah dan mempercepat kelahiran. Beberapa fakta mengungkapkan bahwa berjalan kaki bisa menempatkan kepala bayi dalam kandungan untuk menunduk (menghadap ke bawah), yaitu ke area serviks. Sehingga nantinya proses persalinan menjadi lebih mudah.

2. Memijat puting payudara
Memijat-mijat puting payudara secara lembut juga bisa membantu agar bayi cepat lahir. Bunda dapat melakukan kegiatan ini setiap 20 menit sekali, fungsinya untuk merangsang hormon oksitosin yaitu hormon yang berperan memancing terjadinya proses kelahiran.

3. Hindari panik
Penting bagi bunda untuk menghindari kondisi stres saat hamil. Ketika bunda mengalami stres, tertekan, dan panik maka akan mempengaruhi kondisi janin menjadi lemah dan memicu kecacatan. Oleh sebab itu, bunda disarankan untuk rileks, sehingga bayi bisa menemukan jalan lahirnya dengan cepat.

4. Melakukan gerakan yang memicu kelahiran
Mendekati waktu kelahiran, bunda dapat mencoba melakukan beberapa gerakan untuk membantu bayi siap dalam posisi “meluncur”. Beberapa gerakan yang dapat bunda coba, seperti berlutut di lantai, membungkuk dengan bertumpu pada bola fitness, sehingga posisi lutut lebih rendah dari  bokong dan membantu bayi “turun”. Latihan ini dapat dilakukan sejak minggu ke-34 kehamilan, dan lakukan secara hati-hati.

5. Jaga keseahatan
Menjaga kesehatan sangat diperlukan, bukan hanya untuk mempercepat kelahiran. Tetapi juga demi menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Bunda dapat menjaga kesehatan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rileks pikiran, perbanyak istirahat, jangan malas bergerak, konsumsi susu khusus ibu hamil, serta suplemen dari dokter.

6. Konsumsi teh raspberi
Banyak orang (khususnya di negara barat) yang percaya kalauu teh raspberi bisa membantu mempersiapkan kondisi rahim menjelang kelahiran. Bunda juga bisa mencoba mengonsumsinya, mulai minggu ke-36 kehamilan sebanyak maksimal 4 cangkir sehari. Tapi ingat, alangkah baiknya jika bunda minta saran kepada dokter terlebih dahulu.

7. Hipnoterapi
Beberapa rumah sakit tempat bersalin, ada yang menyediakan fasilitas melahirkan dibantu hipnoterapi. Program hipnoterapi ini dipercaya bisa membuat bunda lebih tenang, rileks, membantu cara belajar teknik visualisasi (membayangkan sesuatu yang indah), serta teknik pernafasan.. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika anda mencoba hipnoterapi ketika hendak menyambut kelahiran sang buah hati.
    
8. Jika anda lelah menunggu pembukaan, coba untuk tidur
Menunggu waktu pembukaan memang terkadang sangat lama. Bunda dapat didera rasa lelah, oleh sebab itu cobalah untuk beristirahat sejenak. Dengan demikian, badan jadi lebih segar dan bunda lebih siap menghadapi kelahiran.

9. Konsumsi makanan selagi menunggu kontraksi
Saat proses persalinan, biasanya tubuh akan mengeluarkan banyak cairan dan energi. Nah agar bunda tetap fit, sebaiknya tetap konsumsi makanan dan minuman selagi menunggu pembukaan yang terkadang bisa sampai berjam-jam. Dengan demikian, tubuh tidak akan lemas dan ada kekuatan untuk mengejan.

10. Jangan bernafas terburu-buru saat kontraksi
Saat menjelang dan terjadi kontraksi, biasanya bunda mendadak jadi tegang dan cenderung bernafas secara terburu-buru. Sebaiknya hindari hal tersebut. Cobalah untuk rileks, tarik nafas secara perlahan dan panjang,, rasakan oksigen yang anda hirup, kemudian hembuskan nafas dari dalam secara pelan. Teknik bernafas ini dapat membuat otot lebih rileks dan mengurangi nyeri saat kontraksi.

11. Saat mengejan: jangan menahan nafas dan dengarkan intruksi dokter
Ketika dokter menginstruksikan bunda untuk mengejan, segera tarik nafas panjang lalu mengejanlah dengan kuat sambil menghembuskan nafas. Jangan mencoba untuk menahan nafas, hal ini bisa membuat bunda kekurangan oksigen dan cepat lelah. 
Apabila bunda merasa capek, istirahat sebentar dan ambil nafas pendek lewat mulut dan hidung. Dengarkan intruksi dari dokter dengan baik dan jangan lupa untuk berdoa.

    

buku panduan ibu hamil

tips sehat anak bayi dan balita