Mitos dan fakta tips seputar kehamilan

Mitos seputar kehamilan
Di dunia ini, banyak sekali mitos yang tersebar di masyarakat. Namanya saja mitos, tentu mungkin saja tidak benar. Tetapi, mungkin juga mitos itu juga benar. Kita hanya bisa tahu jika kita sudah membuktikannya. Sekarang, terdapat mitos mengenai tips cepat hamil. Hal ini tentu saja ada sebabnya, yaitu desakan untuk cepat hamil oleh orang tua, mertua, atau suami. 

Tetapi, kita tidak boleh begitu saja percaya pada mitos-mitos atau tips yang ada. Karena jika kita ceroboh dan begitu saja mempraktekan tips yang ada tanpa mengetahui kebenarannya, ini bisa menjadi dampak buruk bagi kita. Berikut ini adalah beberapa mitos dan fakta tips cara cepat hamil yang akan dibahas.


Frekuensi hubungan intim diperbanyak 2-3 kali dalam seminggu

Menurut anda, apakah pernyataan ini benar? Secara logika, jika kita seorang wanita sedang dalam masa suburnya dan ada sperma masuk dalam serviks, pastilah bisa terjadi pembuahan. Wanita tersebut bisa hamil dengan cepat. Karena, dasar pemikiran untuk hamilnya wanita adalah dibuahinya sel telur. Maka, untuk apa berhubungan terlalu sering? Sepertinya mitos ini tidak benar. Tetapi, jika tidak berhasil dalam satu kali hubungan, tentu saja hubungan intim harus dilakukan lagi.


Mengangkat kaki setelah berhubungan intim

Sebenarnya, apakah tujuan dari tindakan ini? Orang berkata bahwa cara agar cepat bisa hamil, kaki pihak wanita harus mengangkat kakinya setelah selesai melakukan hubungan intim agar sperma cepat sampai ke sel telur yang berada di rahim. Padahal, sperma dan sel telur memang sudah diciptakan untuk bertemu, tanpa kita harus mengangkat-angkat kaki atau melakukan apapun agar sperma cepat sampai di posisi sel telur. Ada unsur-unsur kimia dalam sel telur yang mampu menarik sperma untuk masuk ke dalamnya. Jadi, mitos ini tentu saja tidak benar. Sperma juga sebenarnya dapat berenang dengan kecepatan cukup tinggi untuk dapat mencapai sel telur.


Menunda ejakulasi sampai seminggu atau lebih

Orang beranggapan bahwa jika seorang laki-laki tidak melakukan ejakulasi atau mengeluarkan sperma dalam waktu yang lama, jumlah sperma akan meningkat. Jadi, akan lebih banyak sperma yang dikeluarkan untuk bisa membuahi sel telur. Kemungkinan untuk bisa hamil pun meningkat. Pernyataan ini salah. Justru jika seorang laki-laki “menyimpan” sperma nya terlalu lama, kualitas sperma tersebut akan menurun dan malah akan menurunkan kemungkinan untuk bisa hamil.


Makan toge jika ingin cepat hamil

Apakah Anda tahu tentang hamster? Mereka akan sangat subur sekali jika diberi makan toge. Hal ini juga ternyata berlaku untuk manusia. Toge atau kecambah mengandung vitamin B6 yang berperan sangat penting dalam produksi hormon reproduksi. Tapi, tentu saja Anda tidak harus memakan toge ini setiap saat karena terlalu ingin cepat hamil. Anda juga harus mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin lainnya.


Wanita menentukan jenis kelamin bayinya

Ini tidak benar. Bukan kita, wanita maupun pria, yang menentukan jenis kelamin bayi kita. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromoson dari ayah dan ibu. Wanita memiliki kromoson XX sedangkan pria memiliki kromosom XY. Kromosom X dari wanita bertemu dengan kromosom X dari ayah, jenis kelamin bayi adalah perempuan. Jika kromosom X dari ibu bertemu dengan kromos Y dari ayah, bayinya adalah laki-laki.


Olahraga jalan cepat dan renang

Jika ingin cepat hamil, kita harus melakukan olahraga seperti renang dan jalan cepat. Tips ini memang benar. Jika kita berolahraga, tubuh kita menjadi lebih sehat dan segar. Hal ini dapat berpengaruh pada siklus menstruasi dan produksi hormon reproduksi. Jika kita sehat, sel telur juga akan bisa selalu dihasilkan tepat waktu.


Wanita harus orgasme saat melakukan hubungan intim

Kata orang, wanita akan cepat hamil jika dia berorgasme saat berhubungan intim agar kontraksi otot dapat mendorong sperma masuk. Hal ini tidak benar, karena sperma punya caranya sendiri untuk sampai ke sel telur. Seperti yang sudah dibahas di bagian atas.


Berhubungan intim 2 kali dalam waktu singkat untuk mendapat bayi kembar

Pernyataan atau tips ini tidak benar. Bayi kembar tidak ditentukan oleh frekuensi dan waktu hubungan intim. Bakat memiliki bayi kembar merupakan keturunan dan ditentukan oleh factor genetik.

Demikian artikel mitos dan fakta seputar kehamilan. Semoga bisa mengambil tips yang bermanfaat.

Baca juga:
Cantik dan bugar saat hamil


tips sehat anak bayi dan balita