Kelainan Pada Sperma dan Penyebabnya

kelainan sperma
Ada beberapa kelainan pada sperma yaitu kelainan pada jumlah, kelainan pada bentuk, dan kelainan pada gerak. Jika sperma normal, ini disebut dengan normozoozspermia. Jika jumlah sperma kurang dari yang seharusnya, ini disebut oligozoospermia. Jika gerak sperma tidak normal, ini disebut asthenozoospermia. Jika bentuk sperma tidak normal, ini disebut dengan teratozoospermia. Jika bentuk, gerak dan jumlah sperma tidak normal, ini disebut oligoasthenoteratozoospermia. Anda tidak usah menghapalkannya. Tidak penting istilah-istilahnya. Yang penting, Anda tahu penyebabnya agar dapat mengatasinya jika Anda mengalaminya.

Ada beberapa penyebab yang mempengaruhi "ketidak normalan sperma" yang menyebabkannya tidak subur dan berkualitas baik. Ada penyebab utamanya yaitu suhu tinggi pada buah pelir atau testis dan juga hormon.
Testis merupakan organ yang sangat penting bagi pria. Testis merupakan tempat di mana sperma di produksi. Testis dapat memproduksi sperma dengan kualitas baik pada suhu yang lebih rendah dari pada suhu tubuh kita sendiri. Yaitu pada suhu antara 35 sampai 37 derajat Celcius. Inilah sebabnya testis terletak pada kantung tersendiri yang menggantung. Jika suhu tubuh terlalu panas, testis akan mengendur agar suhu menurun. Jika keadaan udara sekitar terlalu dingin, testis akan tertarik ke atas untuk dekat pada tubuh agar suhu naik.

Selain hal di atas, gangguan pada testis atau produksi sperma juga disebabkan oleh gaya hidup atau pola hidup, dan kebiasaan. Jika kita memiliki kebiasaan memakai celana yang terlalu sempit atau ketat, kantung testis jadi tidak bisa berfungsi semestinya. Testis akan menjadi panas sehingga tidak bisa memproduksi sperma yang normal. 

Kelainan-kelainan pada sperma di atas bisa terjadi. Jadi sebaiknya Anda mengenakan celana yang tidak terlalu sempit atau pas pada badan. Gunakanlah celana yang longgar jika beraktivitas, apalagi di rumah. Sehingga testis tidak terganggu.
Bentuk dari kantung buah pelir atau testis juga memiliki pengaruh pada suhu testis. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyakit tertentu seperti pembuluh darah yang melebar di sekitar daerah testis. Radang kulit kelamin juga dapat mempengaruhi penebalan kulit kantung buah pelir yang mengakibatkan testis tidak dapat mengatur suhu dengan baik.

Selain hal-hal di atas yang merupakan gangguan testis mengatur suhu, sperma tidak normal atau kelainan  seperti di atas juga disebabkan oleh hormon. Yang penting Anda harus bisa menjaga kesehatan dan tidak mengkonsumsi makanan atau pun minuman yang berbahaya bagi sperma. Sehingga produksi hormon lancar dan seimbang yang menjadikan terproduksinya sperma yang normal dan berkualitas.

Baca juga:
Kehamilan dan obesitas
tips sehat anak bayi dan balita